Skip to main content

Monumen Kapsul Waktu, Merauke, Papua.(Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Penulis Ardiansyah Fadli | Editor Hilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah video yang diunggah akun Twitter resmi Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) tentang “Markas Avengers” di Indonesia menarik perhatian warganet di media sosial.

Video berdurasi 51 detik yang menarasikan awal mula dibangunnya monumen ikonik yang mirip “Markas Avengers” itu telah ditonton lebih dari 3.600 orang dan ribuan lainnya di Instagram.

Ingin mengenal lebih jauh “Markas Avengers” ini? Berikut sejumlah fakta unik dari infrastruktur yang dibangun di Provinsi Papua tersebut:

1. Nama aslinya Monumen Kapsul Waktu

Monumen ikonik dan kekinian ini seringkali disebut sebagai “Markas Avengers” karena bentuk dan tampilannya yang persis menyerupai logo Avengers, kelompok superhero Amerika Serikat dalam film Marvel.

“Markas” ini bernama asli Monumen Kapsul Waktu yang dibangun sejak tahun 2016 dan menjadi kebanggaan warga Marauke, Provinsi Papua.

2. Ide Monumen Kapsul Waktu

Ide pembuatan Monumen Kapsul Waktu berasal dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada HUT Ke-70 Kemerdekaan Indonesia tahun 2015.

Selain sebagai tengara, monumen tersebut menjadi lokasi disimpannya kapsul yang berisi impian anak-anak Indonesia.

Kapsul impian anak-anak Indonesia ini akan dibuka kembali pada 70 tahun mendatang.

Kementerian PUPR ditugasi membangun monumen untuk menyimpan Kapsul Waktu yang akan dibuka pada tahun 2085.

3. Dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektar

Monumen Kapsul Waktu menempati area seluas 2,5 hektar, dan berada dekat dengan Bandara Mopah, Merauke.

Pembangunan tahap pertama yakni pekerjaan fondasi dilaksanakan pada 2016, dengan anggaran Rp 7 miliar.

Sementara, pekerjaan tahap dua dimulai pada Juli 2017 dan selesai pada November 2018 dengan anggaran Rp 82,9 miliar.

Seluruh dana berasal dari anggaran kegiatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) DIPA APBN pada Direktorat Jenderal Cipta Karya.

Bila diakumulasikan, jumlahnya mencapai Rp 89,9 miliar, dengan pelaksana pekerjaan PT Nindya Karya.

“Pembangunan monumen Kapsul Waktu menunjukkan perhatian dan penghargaan yang besar dari Presiden Jokowi bagi masyarakat Papua, khususnya bagi Merauke,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

4. Menyimpan impian Indonesia 2015-2085

Monumen Kapsul Waktu diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi pada 16 November 2018.

Monumen ini berisi impian anak-anak Indonesia yang berasal dari 34 Provinsi di Tanah Air.

Seluruh impian anak-anak muda itu ditulis dan dikumpulkan pada tahun 2015 dan akan dibuka kembali pada tahun 2085 mendatang.

“Di setiap provinsi, anak mudanya menulis keinginannya 70 tahun ke depan, yang kemudian disimpan di sini, setelah itu dilas, dan akan dibuka tahun 2085 nanti,” jelas Basuki.

5. Filosofi Monumen Kapsul Waktu

Desain monumen ini dirancang oleh arsitek Yori Antar Awal dengan mengadopsi unsur budaya Papua.

Monumen Kapsul Waktu ditempatkan di atas tugu yang terinspirasi dari menara perang Suku Dani dengan lima akses masuk bangunan yang merepresentasikan lima suku asli Merauke yaitu Malind, Muyu, Mandobo, Mappi dan Auyu sebagai penjaga tugu kapsul waktu.

Sementara angka 17, 8, dan 45 yang memiliki makna spesial bagi Indonesia, yakni tanggal, bulan dan tahun kemerdekaan, dipilih sebagai ukuran monumen, yakni lebar 17 meter, tinggi 8 meter, dan panjang 45 meter.

Bagian dalam monumen juga dihiasi relief mengenai perjalanan Republik Indonesia, Pancasila, serta kebudayaan Papua.

Dari total luas monumen, 1,5 hektar di antaranya digunakan sebagai alun-alun.

Selain menjadi ruang terbuka publik dan lokasi wisata bagi masyarakat Merauke, Monumen Kapsul Waktu diyakini akan membangkitkan pertumbuhan ekonomi lokal.

 

Sumber : kompas.com