Skip to main content

Foto : Warga sedang berbelanja kebutuhan pokok di S-Mart

MERAUKE, 08 April 2022 – Harga kebutuhan pokok di Papua sangatlah tinggi. Sebagai perbandingan, jika di Pulau Jawa satu tube pasta gigi ukuran sedang bisa dijual Rp 18 ribu, maka di Papua Anda harus merogoh Rp 40 ribu untuk satu buah pasta gigi dengan ukuran yang sama.

Banyak faktor yang menyebabkan harga barang di Papua melambung begitu tinggi. Salah satunya karena biaya angkut logistik yang mahal. Itu terjadi karena untuk mendistribusikan barang, harus menggunakan pesawat atau speed boat  ke daerah-daerah terpencil.

Beruntung, TSE (Tunas Sawa Erma) Group melalui anak perusahaannya PT Berkat Cipta Abadi (PT. BCA) meluncurkan program Corporate Social Contribution (CSC)-nya dengan membangun S-Mart, yaitu sebuah toko retail modern yang menjual berbagai barang kebutuhan dengan harga wajar di Kampung Selil, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke pada Jumat (8/4). Sebagai program CSC, S-Mart tidak mengejar keuntungan. Karena itulah S-Mart mampu menjual barang-barang dengan harga di bawah harga standar di daerah pelosok Papua.

“S-mart merupakan salah satu program CSC dari TSE Group dalam bentuk retail, sesuai dengan visi misi yang paling utamanya adalah normalisasi harga,” ujar Operational Manager S-Mart, Iqbal Tawakal.

Menurut Iqbal, hadirnya S-Mart bukan hanya membantu karyawan saja namun juga masyarakat sekitar merasa dimudahkan untuk mencari berbagai macam barang kebutuhan pokok. Maka tak heran respon masyarakat sangat baik serta antusias untuk berbelanja di sini.

“Keterbatasan akses masih menjadi kendala utama, sudah jelas permasalahan itu sudah cukup lama terjadi dan sekarang dengan adanya S-Mart masyarakat sedikit banyak sudah terbantu. Kini masyarakat tidak perlu lagi khawatir dengan pemenuhan kebutuhan pokok,” tandasnya.

Frederik Hendrik Samkakai, salah seorang karyawan PT. BCA pun mengamini permasalahan ini. Sebelum S-mart dibangun, dirinya juga harus menempuh perjalanan ke Asiki, Kabupaten Boven Digoel jika ingin berbelanja.

“Saya mewakili seluruh karyawan dan juga masyarakat sangat berterima kasih dan bersyukur dengan hadirnya S-mart. Supermarket ini sangat mempermudah kami, terutama untuk kebutuhan-kebutuhan karyawan yang selama ini kami selalu membuang waktu juga membuang biaya ke Asiki,” ucap pria asli Papua ini.

Frederik menyatakan bahwa dirinya sangat mendukung pembangunan S-mart di wilayah itu. Tak lupa dia berharap agar ke depannya pelayanan S-Mart akan bisa lebih baik lagi dan siap membantu karyawan dan masyarakat setempat dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Senada dengan Frederik, seorang warga asli Boven Digoel bernama Cordolla Oliva Kayamat menyatakan rasa syukurnya atas kehadiran S-mart. “Sebelumnya kan belanjanya di Asiki, dan itu membutuhkan jarak yang lumayan jauh dan harganya juga di Asiki lebih tinggi dibanding di sini.”

S-mart merupakan retail modern yang diprakarsai oleh TSE Group lewat program CSC. Selain berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, sabun, minuman dalam kemasan dan lainnya, S-Mart juga menyediakan pakaian untuk segala usia serta kebutuhan bayi dan balita.

Peresmian S-Mart dihadiri oleh Direktur Utama PT. BCA Cho Hyun Mo dan Manager Umum PT. BCA Kim Tae Soo. Ini merupakan store kedua, setelah sebelumnya PT. Dongin Prabhawa dari TSE Group membangun S-mart di Kampung Maam, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke. (pr)

 

PHOTO DOCUMENTATION

Prosesi pengguntingan pita dalam peresmian S-Mart

Acara peresmian S-Mart

Para ibu dan anak-anak melihat  barang kebutuhan pokok di S-Mart

Barang-barang yang diperdagangkan di S-Mart