Skip to main content

Bupati Merauke ‘Kalau Orang Marind Ingin Maju, Hati dan Pikiran Harus Dibuka Lebar’

By December 5, 2023December 7th, 2023Asiki News3 min read

Ratusan masyarakat yang menghadiri pertemuan bersama Bupati Merauke, Romanus Mbaraka – Surya Papua/Frans Kobun

Ngguti, Suryapapua.com– “ Saya ingin menyampaikan kepada orang Marind utamanya masyarakat pemilik lahan di Maam, Kampung Nakias, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan bahwa kalau ingin  maju, hati dan pikiran harus dibuka lebar.”

Permintaan itu disampaikan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka saat melakukan dialog dengan ratusan masyarakat di Dusun Maam Selasa (5/12). “Orang Marind harus punya jati diri. Semua bisa lihat kepada saya. Saya satu orang yang tidak pernah ragu dalam mengambil keputusan. Ketika hendak maju mencalonkan diri sebagai bupati, saya punya prinsip dan menentukan sendiri. Karena saya ingin merubah hidup,” ungkapnya.

Dikatakan, dirinya mempunyai prinsip dan tak bisa dengar sana-sini. Harus berani tetapkan satu kesepakatan untuk maju, itu harus.

“Jadi, Kalau kita hidup sendiri, kita lihat dunia ini  cuma di kita punya kampung. Tetapi ketika orang lain datang, baru kita sadar ternyata dunia  lebar dan besar sekali,” katanya.

Olehnya, demikian Bupati Mbaraka, kalau ingin maju, hati dan pikiran harus dibuka. Tidak bisa tinggal seperti ikan betik dalam belanga atau kolam, itu tidak akan pernah maju.

Jadi, kepala  dan hati harus dibuka besar, baru akan maju.  “ Saya ingatkan, jangan dengar orang yang hanya datang sebentar, omong dan tusuk kalian, namun kamu tidak tahu dia itu siapa? Karena selesai apa yang dia dapatkan setelah cari, akan kastinggal kalian semua dan tidak pernah pulang lagi,” tegasnya.

Pemerintah, katanya, setelah jabatannya berakhir tahun depan dan diganti bupati lain, pembangunan tetap berjalan sebagaimana biasa. “Perlu saya sampaikan, pemerintah tidak ingin menyusahkan rakyatnya. Dalam Alkitab dijelaskan, pemerintah adalah  wakil Allah di bumi,” ujarnya.

Bupati Mbaraka menegaskan, di dunia ini tak ada manusia yang jago. Di atas langit masih ada langit. Dan, yang jago hanya Tuhan Allah, manusia tidak. Jadi  hidup tak boleh plinplang.

“Saya bersama orang dari Jakarta kesini agar masyarakat disini punya hidup baik. Ketika perusahan berkembang dan maju, rakyat akan tumbuh. Itu yang perlu diingat dan dipahami,” pintanya lagi.

Bupati Mbaraka mengingatkan kembali agar perusahan  tidak diganggu dan tak mendengar gesekan dari provokator tertentu. Ingat, kegiatan investasi akan terus berjalan, lantaran dijamin negara.

“Saya mau tanya, sampai kapan kita terus melancarkan aksi protes? Nanti besok-besok bukan tumbuh maju, tetapi semakin kerdil. Mau sampai kapan terus berteriak dan melancarkan aksi protes? Ingat harus berpikir untuk hidup lebih baik kedepan,” katanya.

Sumber: suryapapua.com