
Foto: Direktur TSE Group, Luwy Leunufna, hadir sebagai pembicara di Forum Asean Energy Transition & Decarbonization Series, untuk membawa pesan kolaborasi dan energi bersih untuk Papua Selatan
JAKARTA – Tunas Sawa Erma (TSE) Group mendorong kolaborasi lintas sektor dalam rangka perluasan pemanfaatan PLTBg bagi masyarakat di wilayah yang belum terjangkau listrik. Hal ini dipaparkan dalam ajang Asean Energy Transition & Decarbonization Series Event “9th Biogas Biomass & Bioenergy Asia Summit 2025 – Indonesia Focus” pada Kamis (4/12/25).
Pada forum internasional yang digelar di Hotel Bidakara Jakarta Selatan tersebut, Direktur TSE Group Luwy Leunufna menegaskan komitmen TSE Group dalam menghadirkan akses energi bersih bagi wilayah terpencil di Indonesia melalui pengembangan Biogas Power Plant (PLTBg) berbasis limbah cair kelapa sawit (POME).
Dalam paparannya, Luwy menekankan bahwa pembangunan PLTBg bukan hanya terobosan untuk mendukung operasional perusahaan, tetapi juga untuk membuka kesempatan lebih luas dalam hal penyediaan energi bagi masyarakat. Ia menambahkan bahwa keterbatasan listrik di Papua Selatan membutuhkan inovasi energi bersih untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
“Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting, dan sebagai perusahaan, kami hadir untuk memberikan kontribusi terbaik bagi negara,” jelas Luwy.
TSE Group saat ini mengoperasikan PLTBg dengan kapasitas hingga 2 MW, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan energi pabrik kernel (KCP), tetapi juga membuka potensi pemanfaatan lebih luas seperti integrasi ke jaringan PLN, pengembangan mini-grid desa, hingga produksi Compressed Biomethane Gas (CBG).
Teknologi ini berkontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi hingga 60.708 ton CO₂e per tahun, sekaligus mendukung target Net Zero Emissions 2050 yang telah divalidasi oleh SBTi.

Foto: Sesi pemaparan disambut antusias oleh para audiens, menandakan tingginya perhatian terhadap inisiatif energi bersih TSE Group
Kolaborasi antarsektor, baik dengan pemerintah pusat maupun daerah diharapkan mampu mempercepat pengembangan energi terbarukan berbasis limbah sawit sekaligus mendorong pemerataan energi di Papua Selatan.
“Pembangunan PLTBg adalah langkah strategis yang sangat penting dalam mempercepat pengurangan emisi dan merupakan langkah yang dilakukan untuk mencapai Net Zero Emissions,” lanjut Luwy.
Partisipasi TSE Group dalam forum internasional ini sekaligus memperkuat posisi TSE Group sebagai contoh integrasi sektor perkebunan dengan inovasi energi bersih, dan membawa model pengembangan PLTBg menjadi referensi bagi daerah terpencil lain di Indonesia. (PR)
